Rasa sakit, penolakan, kesepian, ditinggalkan adalah
salah satu dari banyak hal yang pasangan rasakan ketika berjuang dalam
hubungan. Sulit memang untuk mengabaikan emosi tersebut, terutama ketika
mereka sudah menjadi pola. Banyak dari kita tidak menyadari akar
penyebab berakhirnya hubungan dan juga kunci untuk menjaga sebuah
hubungan. Jujur dan mencintai pasangan Anda adalah cermin hubungan yang
baik. Dan satu hal yang perlu Anda ingat – dengarkan suara batin Anda.
Batin adalah suara yang sangat kuat yang berada jauh di dalam diri kita. Ini berbicara kepada kita tentang rasa takut, sakit hati, kebutuhan yang tidak terpenuhi, keselamatan, rasa rindu dan haus akan cinta.
Perhatian
Anda mungkin memperjuangkan hubungan Anda atas dasar perhatian. Anda ingin ada seseorang yang memberikan perhatian lebih kepada Anda. Anda ingin ada orang yang bisa menjaga Anda dan melindungi Anda. Oleh karen itu, Anda mempertahankan hubungan Anda. Anda haus akan perhatian. Anda merasa sangat bahagia apabila ada orang yang memperhatikan Anda, termasuk mengingatkan Anda untuk makan, meminta Anda untuk selalu berhati-hati, dan berbagai hal lainnya.
Penerimaan
Anda ingin diterima sebagaimana layaknya seorang Pria / Wanita bagi pasangan Anda. Anda ingin pasangan Anda mengetahui dan menerima diri Anda apa adanya. Anda ingin mempertahankan hubungan Anda karena Anda ingin diterima layaknya seorang pasangan bagi pasangan Anda.
Cinta
Tentu, Anda ingin mempertahankan hubungan Anda dengan pasangan atas dasar cinta. Anda mencintai pasangan Anda dan pasangan Anda pun demikian. Tampaknya Anda dan pasangan Anda susah melepaskan satu sama lain dan inilah alasan mengapa Anda mempertahankan serta memperjuangkan hubungan Anda – atas nama cinta.
Kasihan
Anda melihatnya begitu bahagia dengan Anda. Dia selalu tertawa dan menganggap bahwa Anda adalah segalanya untuknya. Tanpa Anda, hidupnya serasa hampa dan tidak berarti. Anda tidak tega melihatnya bersedih dan menangis, walaupun jauh di lubuk hati Anda, Anda tidak mencintainya. Anda mempertahankan hubungan Anda dengannya atas dasar belas kasihan. Namun sampai kapan? Sampai kapan Anda merelakan kebahagiaan Anda dan membiarkan orang lain bahagia? Anda perlu berpikir tentang itu.
Butuh Dukungan
Anda tentu tahu bahwa dalam melakukan segala sesuatu, kita perlu dukungan dan motivasi dari berbagai pihak, baik itu keluarga, teman-teman, ataupun pasangan. Dukungan dari keluarga dan teman-teman tidak akan seintim dukungan dan motivasi dari pasangan. Tapi Anda perlu ingat bahwa pasangan hadir di dalam kehidupan Anda bukan hanya sebagai pemberi dukungan, tapi juga sebagai pasangan seutuhnya.
sumbar http://www.areadewasa.com/
Batin adalah suara yang sangat kuat yang berada jauh di dalam diri kita. Ini berbicara kepada kita tentang rasa takut, sakit hati, kebutuhan yang tidak terpenuhi, keselamatan, rasa rindu dan haus akan cinta.
Perhatian
Anda mungkin memperjuangkan hubungan Anda atas dasar perhatian. Anda ingin ada seseorang yang memberikan perhatian lebih kepada Anda. Anda ingin ada orang yang bisa menjaga Anda dan melindungi Anda. Oleh karen itu, Anda mempertahankan hubungan Anda. Anda haus akan perhatian. Anda merasa sangat bahagia apabila ada orang yang memperhatikan Anda, termasuk mengingatkan Anda untuk makan, meminta Anda untuk selalu berhati-hati, dan berbagai hal lainnya.
Penerimaan
Anda ingin diterima sebagaimana layaknya seorang Pria / Wanita bagi pasangan Anda. Anda ingin pasangan Anda mengetahui dan menerima diri Anda apa adanya. Anda ingin mempertahankan hubungan Anda karena Anda ingin diterima layaknya seorang pasangan bagi pasangan Anda.
Cinta
Tentu, Anda ingin mempertahankan hubungan Anda dengan pasangan atas dasar cinta. Anda mencintai pasangan Anda dan pasangan Anda pun demikian. Tampaknya Anda dan pasangan Anda susah melepaskan satu sama lain dan inilah alasan mengapa Anda mempertahankan serta memperjuangkan hubungan Anda – atas nama cinta.
Kasihan
Anda melihatnya begitu bahagia dengan Anda. Dia selalu tertawa dan menganggap bahwa Anda adalah segalanya untuknya. Tanpa Anda, hidupnya serasa hampa dan tidak berarti. Anda tidak tega melihatnya bersedih dan menangis, walaupun jauh di lubuk hati Anda, Anda tidak mencintainya. Anda mempertahankan hubungan Anda dengannya atas dasar belas kasihan. Namun sampai kapan? Sampai kapan Anda merelakan kebahagiaan Anda dan membiarkan orang lain bahagia? Anda perlu berpikir tentang itu.
Butuh Dukungan
Anda tentu tahu bahwa dalam melakukan segala sesuatu, kita perlu dukungan dan motivasi dari berbagai pihak, baik itu keluarga, teman-teman, ataupun pasangan. Dukungan dari keluarga dan teman-teman tidak akan seintim dukungan dan motivasi dari pasangan. Tapi Anda perlu ingat bahwa pasangan hadir di dalam kehidupan Anda bukan hanya sebagai pemberi dukungan, tapi juga sebagai pasangan seutuhnya.
sumbar http://www.areadewasa.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hallo Salam dari RAP Group