Whatsapp-an, mention di twitter, facebook chat, line,
dan talk adalah beberapa jenis aplikasi yang dapat menghubungkan Anda
dengan seseorang. Anda bisa saling berkomunikasi dengan mudah. Namun
walaupun begitu, SMS tetap masih menjadi pilihan.
Pernahkah ADers mendengar berita yang menghebohkan beberapa waktu lalu di New Delhi? Sebuah lembaga swadaya masyarakat di sana menggelar kampanye anti SMS. Ya, kampanye anti SMS, dan ADers tidak salah membaca. Dalam kampanye itu, mereka membakar puluhan telepon seluler. Alasannya adalah, menurut mereka, fasilitas yang diberikan di dalamnya, yaitu SMS, memberikan dampak negatif terhadap kehidupan rumah tangga. Banyak suami yang berselingkuh via SMS.
Apalagi sekarang ini kerap kali adanya penipuan lewat SMS dengan berbagai macam kedok. Tidak jarang juga, ada SMS aneh masuk, seperti mengajak kenalan, kalimat-kalimat mesra yang menggoda, sampai ajakan berselingkuh. Semua itu kembali lagi kepada bagaimana Anda menghadapinya, dan itu tergantung dari pribadi masing-masing individu. Nah, coba Anda bayangkan, dibayangkan saja ya ADers; Anda mendapat SMS atau tak sengaja membaca SMS yang serupa di ponsel pasangan Anda yang berbunyi, “Hai sayang, nanti malam jemput aku ya” atau “Dimana beb, aku kangen kamu. Besok datang ya ke rumah.” Nah, jika Anda ‘kuat iman’, ya bisa saja Anda menepis semua godaan tersebut, tertawa kecil dan menganggapnya sebagai kerjaan orang iseng yang tidak penting untuk digubris. Namun jika Anda menanggapinya, yah… sepertinya Anda sendiri sudah tahu bagaimana akhirnya. Jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, walaupun itu cuma iseng.
Di tahun 2000 Asia Market Intelligence telah mengadakan survei perihal SMS yang mengganggu kehidupan rumah tangga, hasilnya 71 persen responden mengatakan SMS digunakan untuk menjalin hubungan yang dirahasiakan dari pasangan, baik itu suami, istri, atau kekasih.
Seorang psikolog, S.Z. Enny Hanum mengatakan, SMS tidak bisa dituding sebagai penyebab terbesar retaknya hubungan seseorang dengan pasangannya. Lihat dulu bagaimana jenis hubungan yang dikembangkan oleh pasangan tersebut. Jika Anda dan pasangan mengembangkan komunikasi yang harmonis, baik-baik saja, tidak perlu bersikap impulsive dengan langsung mengambil tindakan emosional.
Kalau memang iya SMS tersebut merupakan ajakan perselingkuhan dari orang ketiga, Anda tidak perlu langsung merasa terancam. “Jika selama ini hubungan antara Anda dan pasangan berjalan baik, gangguan seperti itu pasti bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi kalau dasarnya memang masing-masing tak punya hubungan gelap apa-apa,” Enny menambahkan. Jadi jangan takut ADers!
Berikut ini beberapa tips menghadapi SMS vulgar:
1. Ingat komitmen pernikahan
Wajar jika Anda merasa kaget menerima SMS vulgar di ponsel Anda atau membacanya di ponsel pasangan Anda. Tapi jangan berkelanjutan ADers, ingat kembali komitmen pernikahan yang telah Anda buat bersama pasangan yang Anda sangat cintai.
2. Jelaskan duduk perkaranya
Jangan langsung meledak-ledak jika Anda menemukan SMS mesra atau vulgar di ponsel si Dia, mintalah penjelasannya baik-baik. Akan tetapi sebelumnya, tenangkan dulu diri Anda. Karena tidak dipungkiri, pasti darah Anda akan mendidih membaca SMS itu. Begitu juga sebaliknya, jika pasangan Anda menemukan SMS tersebut di ponsel Anda, jelaskan baik-baik duduk perkaranya. Karena mereka patut mendapatkan penjelasan.
3. Tanggapi baik-baik
Jika pasangan Anda yang menerima SMS tersebut, Anda bisa memintanya untuk tidak menggubrisnya, dan begitu juga sebaliknya jika Anda yang menerima SMSnya.
4. Selesaikan baik-baik
Oke, jika memang pasangan Anda benar-benar berselingkuh, dan Anda pun telah memiliki bukti-bukti yang menguatkan, ungkapkan perasaan Anda. Katakan padanya bahwa tindakannya merugikan banyak orang, temasuk keutuhan hubungan Anda berdua. Ingat, fokuslah mencari pemecah masalah, bukan mencari-cari kesalahan pasangan. Sulit memang untuk dilakukan, namun cobalah sebaik yang Anda mampu.
Pernahkah ADers mendengar berita yang menghebohkan beberapa waktu lalu di New Delhi? Sebuah lembaga swadaya masyarakat di sana menggelar kampanye anti SMS. Ya, kampanye anti SMS, dan ADers tidak salah membaca. Dalam kampanye itu, mereka membakar puluhan telepon seluler. Alasannya adalah, menurut mereka, fasilitas yang diberikan di dalamnya, yaitu SMS, memberikan dampak negatif terhadap kehidupan rumah tangga. Banyak suami yang berselingkuh via SMS.
Apalagi sekarang ini kerap kali adanya penipuan lewat SMS dengan berbagai macam kedok. Tidak jarang juga, ada SMS aneh masuk, seperti mengajak kenalan, kalimat-kalimat mesra yang menggoda, sampai ajakan berselingkuh. Semua itu kembali lagi kepada bagaimana Anda menghadapinya, dan itu tergantung dari pribadi masing-masing individu. Nah, coba Anda bayangkan, dibayangkan saja ya ADers; Anda mendapat SMS atau tak sengaja membaca SMS yang serupa di ponsel pasangan Anda yang berbunyi, “Hai sayang, nanti malam jemput aku ya” atau “Dimana beb, aku kangen kamu. Besok datang ya ke rumah.” Nah, jika Anda ‘kuat iman’, ya bisa saja Anda menepis semua godaan tersebut, tertawa kecil dan menganggapnya sebagai kerjaan orang iseng yang tidak penting untuk digubris. Namun jika Anda menanggapinya, yah… sepertinya Anda sendiri sudah tahu bagaimana akhirnya. Jangan bermain api jika tidak ingin terbakar, walaupun itu cuma iseng.
Di tahun 2000 Asia Market Intelligence telah mengadakan survei perihal SMS yang mengganggu kehidupan rumah tangga, hasilnya 71 persen responden mengatakan SMS digunakan untuk menjalin hubungan yang dirahasiakan dari pasangan, baik itu suami, istri, atau kekasih.
Seorang psikolog, S.Z. Enny Hanum mengatakan, SMS tidak bisa dituding sebagai penyebab terbesar retaknya hubungan seseorang dengan pasangannya. Lihat dulu bagaimana jenis hubungan yang dikembangkan oleh pasangan tersebut. Jika Anda dan pasangan mengembangkan komunikasi yang harmonis, baik-baik saja, tidak perlu bersikap impulsive dengan langsung mengambil tindakan emosional.
Kalau memang iya SMS tersebut merupakan ajakan perselingkuhan dari orang ketiga, Anda tidak perlu langsung merasa terancam. “Jika selama ini hubungan antara Anda dan pasangan berjalan baik, gangguan seperti itu pasti bisa diselesaikan dengan baik. Apalagi kalau dasarnya memang masing-masing tak punya hubungan gelap apa-apa,” Enny menambahkan. Jadi jangan takut ADers!
Berikut ini beberapa tips menghadapi SMS vulgar:
1. Ingat komitmen pernikahan
Wajar jika Anda merasa kaget menerima SMS vulgar di ponsel Anda atau membacanya di ponsel pasangan Anda. Tapi jangan berkelanjutan ADers, ingat kembali komitmen pernikahan yang telah Anda buat bersama pasangan yang Anda sangat cintai.
2. Jelaskan duduk perkaranya
Jangan langsung meledak-ledak jika Anda menemukan SMS mesra atau vulgar di ponsel si Dia, mintalah penjelasannya baik-baik. Akan tetapi sebelumnya, tenangkan dulu diri Anda. Karena tidak dipungkiri, pasti darah Anda akan mendidih membaca SMS itu. Begitu juga sebaliknya, jika pasangan Anda menemukan SMS tersebut di ponsel Anda, jelaskan baik-baik duduk perkaranya. Karena mereka patut mendapatkan penjelasan.
3. Tanggapi baik-baik
Jika pasangan Anda yang menerima SMS tersebut, Anda bisa memintanya untuk tidak menggubrisnya, dan begitu juga sebaliknya jika Anda yang menerima SMSnya.
4. Selesaikan baik-baik
Oke, jika memang pasangan Anda benar-benar berselingkuh, dan Anda pun telah memiliki bukti-bukti yang menguatkan, ungkapkan perasaan Anda. Katakan padanya bahwa tindakannya merugikan banyak orang, temasuk keutuhan hubungan Anda berdua. Ingat, fokuslah mencari pemecah masalah, bukan mencari-cari kesalahan pasangan. Sulit memang untuk dilakukan, namun cobalah sebaik yang Anda mampu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hallo Salam dari RAP Group