Rise Of Amazing People Group


09 April 2013

Jangan Lemparkan Tanggung Jawab Kepada Pasangan Anda


Kadang-kadang kita mengacau dalam hidup. Terkadang ketika hal itu terjadi, yang benar-benar kita inginkan adalah kambing hitam. Siapa lagi yang lebih baik daripada pasangan Anda? Lagipula Dia ada, dan Dia mungkin tahu atau telibat dalam kekacauan Anda. Dia adalah orang yang jelas untuk disalahkan. Anda hanya tinggal bilang, “Mengapa kamu tidak memasukkan kameranya?” Ya, seperti itu. Rasanya lebih baik bukan? Lemparkan saja semua tanggung jawab kepadanya.

Halooo….? Hanya karena ADers punya hubungan, tidak berarti Anda berhenti menjadi manusia mandiri yang mampu menyimpan kamera, atau setidaknya memeriksa sendiri sebelum meninggalkan rumah bahwa seseorang telah memasukkannya. Jika ADers masih sendiri, Anda pasti memasukkan benda itu, atau mengutuk diri sendiri kalau lupa. Hanya karena sekarang punya pasangan, tidak berarti Anda tidak lagi bertanggung jawab atas diri sendiri. Anda ingin membawa kamera pada saat liburan? Ya, Anda harus memastikan bahwa kamera itu terbawa.

Ketika pasangan memiliki anak, kecenderungan untuk mencari kambing hitam benar-benar berkembang. Anak-anak memberi Anda banyak kesempatan untuk mengacau, dank arena mereka adalah anak bersama, artinya ada juga banyak kesempatan untuk melemparkan tanggung jawab kepada pasangan Anda. Orang tua lazim berkata, “Aku kan sudah bilang agar kamu bawa piring ekstra!” mengapa satu orang tua memberi perintah kepada yang lain? Sebenarnya, dalam contoh itu si orang tua mengisyaratkan bahwa Dia bertanggung jawab, lalu kemudian melemparkan kesalahan kepada pasangannya ketika anjurannya tidak terjadi.

Beberapa penyalahan lebih serius: “Tak heran kita mengalami masalah keuangan serius. Seharusnya aku tidak mendengarkan saranmu untuk melancong ke luar negeri musim panas yang lalu. Kamu kan tahu kita tidak mampu.” Dalam kasus ini Anda benar. Anda memang tidak seharusnya mendengarkan sarannya. Anda memiliki pikiran sendiri. Jika Anda memilih tidak menggunakannya, itu salah Anda.

Tanggung jawab adalah soal yang menarik. Di dalam semua hubungan ada hal-hal tertentu yang diasumsikan sebagai tanggung jawab salah satu pasangan tanpa didiskusikan. Jika Anda senang menjadi navigator, atau orang yang mengelola uang, atau perencana liburan, tidak masalah. Tapi bagaimana jika Anda tidak suka perkerjaan Anda? Maka Anda perlu mengatakan, “Maaf. Aku tidak mau peran ini.” Anda harus mengizinkan pasangan Anda mengatakan hal yang sama tentang pekerjaannya juga.

Pasangan Anda terkadang melakukan kesalahan yang merupakan tanggung jawabnya. Jika pasangan Anda pergi dan membeli mobil mahal tanpa memberi tahu Anda, lalu menabrakkannya, Dia memang harus bertanggung jawab. Atau bahkan jika Dia bilang, “Jangan pikirkan soal kamera, akulah yang teledor.”

Ini adalah pembicaraan tentang waktu-waktu di mana Anda menyalahkan pasangan Anda hanya untuk mengalihkan kritik Anda terhadap diri sendiri. Anda merasa perlu melakukan hal itu karena di dalam hati Anda tahu bahwa Anda sama bertanggung jawabnya dengan Dia. Jadi, beranilah untuk berbagi kesalahan dan terimalah bahwa Anda berdua mengacau.

sumber http://www.areadewasa.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group