Rasa saling percaya satu sama lain memang merupakan
salah satu elemen penting dalam memperkuat pondasi hubungan percintaan
ADers. Akan tetapi terkadang kejujuran 100% agak sulit didapatkan, perlu
usaha ekstra untuk hal itu.
Keadaan yang dirasa tidak nyaman oleh seseorang, bisa memicu keterpaksaan untuk berbohong. Nah, jika Anda mengetahui pasangan Anda berbohong, jangan langsung berteriak memaki, marah-marah karena kesal, atau memburunya dengan sejuta pertanyaan. Sebaiknya ADers cari tahu apa penyebabnya, coba diskusikan dengan baik-baik masalah apa yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi ternyata dikarenakan oleh perilaku Anda, sehingga Dia terpicu untuk berbohong.
Bagaimana pun, berbohong sebaiknya dihindari. Karena jika Anda mulai mencoba-coba berbohong satu kali dari hal kecil, lama kelamaan akan menjadi terbiasa. Jika Anda sudah merasa nyaman dan tidak merasa bersalah dengan kebohongan yang Anda buat sendiri, jangan berharap hubungan Anda akan terus berjalan dengan lancar, kehancuran mungkin saja terjadi. Tinggal masalah waktu sampai saat itu tiba.
Ini dia beberapa alasan mengapa seseorang berbohong dalam hubungan asmara, seperti yang dilansir dari sheknows:
Penerimaan
Berbohong kerap dilakukan di saat bertemu dengan orang yang sulit menerima kita apa adanya. Jika Anda tidak sepenuhnya menerima pasangan Anda apa adanya, atau merasa pasangan selalu ada kekurangan, hal itu bisa memicu dirinya untuk berbohong, agar Anda bisa menerima dirinya.
Terkadang ucapan kebohongan tersebut dilebih-lebihkan dari fakta yang sebenarnya, atau mengarang cerita demi sebuah penerimaan dan menjadi seperti apa yang Anda inginkan.
Tertekan karena selalu dipantau
Beberapa orang kerap kali terlalu mengekang dan mengikat pasangan mereka. Boleh saja Andamemantau pasangan, asalkan dalam batas kewajaran.
Tidak semua orang bisa dengan mudah atau merasa lumrah dengan perlakuan itu, ada yang merasa tertekan karenanya. Rasa tertekan itulah yang bisa memicu seseorang berbohong, karena Dia takut sang kekasih akan sedih atau marah karena sesuatu yang dilakukannya.
Misalkan, kekasihnya melarang Dia minum minuman beralkohol atau merokok. Namun agar kekasihnya tidak merasa kecewa atau sedih, si Dia pun berbohong.
Bentuk pertahanan diri
Ini mmungkin adalah cara seorang pengecut. Ia mengadopsi kebohongan sebagai cara hidup, dengan alasan untuk membuat hidupnya lebih mudah dijalani dan membantunya menghindari hukuman atau pandangan negatif, serta menyelesaikan masalah jangka pendek.
Padahal mereka bisa memilih, menghadapi kebenaran, menerima kejujuran lalu mencoba memperbaiki kesalahan, atau berbohong saja untuk menghindari kekacauan. Namun bagi mereka hal itu adalah yang paling sulit dilakukan, meskipun mereka tahu bahwa itu bisa saja dijalankan.
Takut dikritik
Seseorang pasti mencari dukungan dan apresiasi dari pasangannya. Tapi jika yang Ia dapatkan justru kritik atau tersudut saat berbuat kesalahan, berbohong mungkin jadi satu-satunya cara untuk keluar dari situasi tersebut.
Terlalu banyak aturan
Setiap pasangan memiliki peraturannya masing-masing dalam menjalani hubungan percintaanya. Dan, beberapa pasangan menyepakati aturan dalam hubungan, padahal mereka tahu hal itu justru membatasi gerak mereka sendiri.
Sebagai contoh, seorang Pria melarang kekasihnya untuk berbicara dengan Pria lain atau pergi selain bersamanya, begitu juga sebaliknya. Meski telah disepakati, tidak ada orang yang suka diatur-atur harus berbuat apa. Dalam beberapa kasus, salah satu pasangan mungkin merasa tertekan dan ingin ‘bernapas’, sehingga Dia memilih berbohong.
Sedikit saran, untuk menghindari terjadinya kebohongan, sebaiknya ADers dan pasangan mendiskusikan dengan matang dalam menetapkan peraturan. Pikirkan kelebihan serta kekurangannya, dan hal lain yang berkemungkinan terjadi ke depannya.
Kejujuran adalah hal yang sangat mahal harganya, sulit diraih. Ketika diraih, kemudian Anda merusaknya, akan sulit membangunnya kembali seperti semula.
Keadaan yang dirasa tidak nyaman oleh seseorang, bisa memicu keterpaksaan untuk berbohong. Nah, jika Anda mengetahui pasangan Anda berbohong, jangan langsung berteriak memaki, marah-marah karena kesal, atau memburunya dengan sejuta pertanyaan. Sebaiknya ADers cari tahu apa penyebabnya, coba diskusikan dengan baik-baik masalah apa yang sebenarnya terjadi. Bisa jadi ternyata dikarenakan oleh perilaku Anda, sehingga Dia terpicu untuk berbohong.
Bagaimana pun, berbohong sebaiknya dihindari. Karena jika Anda mulai mencoba-coba berbohong satu kali dari hal kecil, lama kelamaan akan menjadi terbiasa. Jika Anda sudah merasa nyaman dan tidak merasa bersalah dengan kebohongan yang Anda buat sendiri, jangan berharap hubungan Anda akan terus berjalan dengan lancar, kehancuran mungkin saja terjadi. Tinggal masalah waktu sampai saat itu tiba.
Ini dia beberapa alasan mengapa seseorang berbohong dalam hubungan asmara, seperti yang dilansir dari sheknows:
Penerimaan
Berbohong kerap dilakukan di saat bertemu dengan orang yang sulit menerima kita apa adanya. Jika Anda tidak sepenuhnya menerima pasangan Anda apa adanya, atau merasa pasangan selalu ada kekurangan, hal itu bisa memicu dirinya untuk berbohong, agar Anda bisa menerima dirinya.
Terkadang ucapan kebohongan tersebut dilebih-lebihkan dari fakta yang sebenarnya, atau mengarang cerita demi sebuah penerimaan dan menjadi seperti apa yang Anda inginkan.
Tertekan karena selalu dipantau
Beberapa orang kerap kali terlalu mengekang dan mengikat pasangan mereka. Boleh saja Andamemantau pasangan, asalkan dalam batas kewajaran.
Tidak semua orang bisa dengan mudah atau merasa lumrah dengan perlakuan itu, ada yang merasa tertekan karenanya. Rasa tertekan itulah yang bisa memicu seseorang berbohong, karena Dia takut sang kekasih akan sedih atau marah karena sesuatu yang dilakukannya.
Misalkan, kekasihnya melarang Dia minum minuman beralkohol atau merokok. Namun agar kekasihnya tidak merasa kecewa atau sedih, si Dia pun berbohong.
Bentuk pertahanan diri
Ini mmungkin adalah cara seorang pengecut. Ia mengadopsi kebohongan sebagai cara hidup, dengan alasan untuk membuat hidupnya lebih mudah dijalani dan membantunya menghindari hukuman atau pandangan negatif, serta menyelesaikan masalah jangka pendek.
Padahal mereka bisa memilih, menghadapi kebenaran, menerima kejujuran lalu mencoba memperbaiki kesalahan, atau berbohong saja untuk menghindari kekacauan. Namun bagi mereka hal itu adalah yang paling sulit dilakukan, meskipun mereka tahu bahwa itu bisa saja dijalankan.
Takut dikritik
Seseorang pasti mencari dukungan dan apresiasi dari pasangannya. Tapi jika yang Ia dapatkan justru kritik atau tersudut saat berbuat kesalahan, berbohong mungkin jadi satu-satunya cara untuk keluar dari situasi tersebut.
Terlalu banyak aturan
Setiap pasangan memiliki peraturannya masing-masing dalam menjalani hubungan percintaanya. Dan, beberapa pasangan menyepakati aturan dalam hubungan, padahal mereka tahu hal itu justru membatasi gerak mereka sendiri.
Sebagai contoh, seorang Pria melarang kekasihnya untuk berbicara dengan Pria lain atau pergi selain bersamanya, begitu juga sebaliknya. Meski telah disepakati, tidak ada orang yang suka diatur-atur harus berbuat apa. Dalam beberapa kasus, salah satu pasangan mungkin merasa tertekan dan ingin ‘bernapas’, sehingga Dia memilih berbohong.
Sedikit saran, untuk menghindari terjadinya kebohongan, sebaiknya ADers dan pasangan mendiskusikan dengan matang dalam menetapkan peraturan. Pikirkan kelebihan serta kekurangannya, dan hal lain yang berkemungkinan terjadi ke depannya.
Kejujuran adalah hal yang sangat mahal harganya, sulit diraih. Ketika diraih, kemudian Anda merusaknya, akan sulit membangunnya kembali seperti semula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
hallo Salam dari RAP Group