Rise Of Amazing People Group


09 April 2013

Poligami, Menjauhlah!




Topik poligami menjadi topik yang selalu ramai diperbincangkan. Setelah dirancang undang-undang yang mengharuskan seorang suami meminta izin terlebih dahulu kepada istrinya jika Ia ingin menikah lagi dengan Wanita lain. Namun terkadang ada Pria-Pria nakal yang nekat menikah siri dengan Wanita lain tanpa izin istrinya. Mendengar suami meminta izin saja mungkin Anda para Wanita akan terkaget-kaget dibuatnya, apalagi mengetahui bahwa suami telah menikah siri secara diam-siam. Bagai disambar petir di siang bolong tentunya.

Seorang psikolog, Drs. Clara Istiwidarum Kriswanto, MA., di dalam bukunya yang berjudul ‘Keluargaku permataku’ menjelaskan bahwa keluarga bahagia sejatinya sama dengan keluarga lainnya dengan sejumlah masalah. Baik masalah yang kecil atau pun yang tergolong berat, yaitu permasalahan yang sulit dicari pemecahannya atau kejadian yang mengguncang keluarga. Contohnya seperti persoalan pasangan selingkuh, perceraian, terkena narkoba, penyakit yang berat, atau usaha yang bangkrut.

Segala permasalah, terutama permasalah berat, dapat menyebabkan ketidakseimbangan, dan pada akhirnya mengganggu optimalisasi fungi keluarga. Dan poligami merupakan bagian dari permasalahan berat/ekstrem tersebut. “Poligami merupakan bom yang akan menghancurkan sebuah rumah tangga,” ujar seorang psikolog Indri Savitri, Psi.

Sangat-sangat mustahil bagi Anda kaum Wanita merasa tidak cemburu, karena sudah tentu dan sangat dipastikan, tidak ada Wanita yang ingin diduakan. Iya kan ADers? Apalagi jika sebelumnya memang tidak ada permasalah di dalam keluarga, sebuah situasi yang tenang dan bahagia tersebut dihancurkan begitu saja dengan hal poligami, tentu saja hal itu teramat menyakitkan.

Setiap keluarga pasti ada permasalan yang mendera, karena sangat tidak mungkin sebuah keluarga adem ayem tanpa ada satu hal yang diributkan. Namun, perbedaan dari keluarga yang bahagia dan tidak adalah, keluarga yang bahagia selalu memfokuskan pada pemecahan masalah, mereka akan berupaya mencari solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi, bukan pada masalahnya itu sendiri. Karena keluarga yang sehat adalah keluarga di mana suami istri saling menghargai, saling mencintai, dan berjalan seiring, mengolah keluarga bersama, serta ada keterbukaan dengan seluruh anggota keluarga, termasuk dengan anak.

Lalu, bagaimana menghindari gangguan yang disebut poligami? Tentu semua itu kembali lagi kepada institusi keluarga. Menciptakan keluarga yang sehat dan harmonis. Keharmonisan dalam keluarga sesungguhnya mudah didapatkan, hanya diperlukan adanya kesamaan visi antara seluruh anggota keluarga. Dan untuk ADers yang belum menikah atau akan segera menikah, di sinilah hal penting itu berlangsung, yaitu, lakukanlah komunikasi intensif mengenai perkawinan yang akan Anda dan pasangan bina kelak. Seperti apa saja keinginan, harapan, dan mau ke mana mahligai rumah tangga akan dibawa.

Jika ADers ingin melakukan hal yang lebih lagi, bisa saja Anda melakukan kesepakatan terkait dengan persoalan poligami. Misalnya, ketika ijab kabul, Anda kaum Wanita dapat mengajukan persayaratan kepada calon suami Anda tersebut, bahwa Anda tidak mau dimadu. Kesepakat ini sah dan mengikat.

Satu hal lagi yang sangat penting dan sebaiknya ADers lakukan bersama pasangan adalah, evaluasi! Ya, evaluasi. Anda bisa melakukannya pada setiap hari ulang tahun perkawinan, di akhir tahun, maupun awal tahun untuk menentukan resolusi keluarga, mengevaluasi ulang mengenai agenda hidup atau tujuan-tujuan rumah tangga Anda berdua. Dengan begitu, Anda dan Dia mungkin menemukan sesuatu yang tidak sejalan atau melenceng dari agenda/tujuan hidup Anda berdua. Segeralah atasi hal tersebut sebelum makin berlaru-larut dan semakin melenceng, temukan solusinya bersama-sama.

Jangan lupa juga untuk mengevaluasi diri Anda masing-masing. Mungkin ada hal-hal yang selama ini pasangan Anda keluhkan dari diri Anda yang terus terulang. Karena bisa jadi permasalah itu memang datang dari diri Anda. Indri menjelaskan bahwa penting sekali untuk mengevaluasi apakah Anda dan pasangan berbahagia dengan apa yang telah dilakukan berdua.

Ingatlah ADers, pasangan Anda adalah segalanya, dan lihatlah cinta itu jangan dari sisi materi, akan tetapi dari perilaku. Ciptakan kehangatan, sentuhan emosi-fisik, saling menghargai, mempercayai, dan terbuka. Jika Anda benar-benar serta tulus mencintai pasangan Anda, tentu tidak ada hal yang namanya menyakiti dan mengkhianati. Selalu sempatkan waktu untuk dirinya, pergilah menghabiskan waktu berdua sebagai perekat yang akan memperkuat hubungan.

sumber http://www.areadewasa.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group