Rise Of Amazing People Group


09 April 2013

Yah, Si Dia Tulalit


Asik ya punya pasangan yang selalu up to date. Anda bisa membicarakan hampir segala hal dengannya. Lalu bagaimana jika si Dia tulalit, nggak nyambung, atau kuper. Obrolan yang seharusnya menyenangkan dan seru, jadi terhambat.

Idealnya suatu hubungan sih di isi dengan dua individu yang seimbang. Baik itu dari pendidikan, status sosial, dan lainnya. “Pasangan yang seimbang akan berkomunikasi dan berinteraksi lebih mudah dan lancara dalam kesehariannya, keduanya bisa berjalan beriringan,” ujar psikolog Evi elviati, Psi. Akan tetapi tidak semua hubungan terbentuk seperti itu. tidak sedikit pasangan yang berani melanjutkan hubungan mereka ke tahap pernikahan dengan modal cinta, walaupun mengetahui sejak awal pacaran bahwa Ia dan pasangannya tidak seimbang. Baru kemudian di tengah pernikahan, terasa ketimpangan.

Tapi bukan berarti Anda dan pasangan tidak bisa menjalankan dan membina hubungan dengan baik karena adanya ketidakseimbangan tersebut. Hanya saja, Anda berdua harus berusaha lebih keras dalam melakukan adaptasi.

Evi mengungkapkan ada banyak faktor yang menyebabkan komunikasi menjadi tidak efektif, seperti:

Persepsi yang dimiliki oleh masing-masing pihak
Karena jika Anda memiliki persepsi negatif, Anda pun akan menjadi enggan mendengarkan informasi apa pun dari lawan bicara, dalam hal ini adalah pasangan Anda.

Kemampuan komunikasi
Ada orang yang dengan mudah menjelaskan sesuatu secara mendetail dan sistematis. Sehingga si lawan bicara pun bisa mengerti arah pembicaraan tersebut. Namun ada juga orang yang kurang mampu mengemukakan pendapatnya, proses pembicaraan pun menjadi terhambat, karena si lawan bicara tidak memahami maksudnya.

Faktor pendidikan
Tentu berbeda cara bicara dan topik pembicaraan seseorang yang berlulusan S1 atau S2 dengan orang lulusan SMA atau malah putus sekolah.

Status sosial
Seseorang dari kalangan atas melakuakn pembicaraan dari kalangan bawah tentu akan terlihat perbedaannya, mulai dari gaya bicara atau pun topik pembicaraan yang mampu ditelaahnya.

Terkait dari faktor-faktor tersebut, ada dua hal yang membuat seseorang menjadi tulalit, yaitu:

1. Masalah motivasi atau keinginan.
Jika Anda tidak ada keinginan untuk mendengarkan pembicaraan secara serius, tentu respon yang dikeluarkan hanyalah seadanya. Karena Anda tidak mendengarkan apa sebenarnya yang dibicarakan pasangan. Bisa jadi keengganan tersebut dikarenakan Anda tidak tertarik dengan topik pembicaraan tersebut. Karena adanya perbedaan hobi atau minat di antara Anda berdua.

2. Keterbatasan mengolah dan menangkap informasi
Pembicaraan yang menggunakan jargon atau istilah yang telalu canggih yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya, bisa juga menjadi penghambat pembicaraan dan membuat Anda menjadi tulalit. Atau mungkin ada kalimat-kalimat yang Anda terima dan menjadi disalah artikan, karena Anda tidak tahu apa tujuan dan maksud dari kalimat tersebut.

Supaya ADers nggak tulalit, lakukanlah hal-hal berikut ini:

-   Jangan meras minder atau merasa bersalah bila Anda memiliki pasangan yang lebih hebat’
-   Selalu sempatkan diri Anda untuk membaca atau setidaknya browsing tentang informasi/berita-berita terbaru di internet. Dengan begitu, Anda memupuk kecerdasan pikiran.
-   Sebelum membicarakan sesuatu, samakanlah persepsi Anda dengan pasangan.
-   Cari tahu atau tambah wawasan Anda mengenai hobi atau minat pasangan. Jadi, suatu waktu Anda bisa berinteraksi tentang hal yang disukainya dengan lancar dan seru.
-   Gaul dong. Bertemanlah dengan banyak orang dan dapatkan berbagai informasi dari mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group