Rise Of Amazing People Group


07 April 2013

Kebiasaan Jomblo Bisa Membahayakan Kesehatan





Hampir semua jomblo atau lajang yang kesepian akan merasa lebih merana karena memiliki kebiasaan yang tak sehat. Terutama sih untuk ADers para lajang yang telah berusia paruh baya dan hidup sendirian. Hidup sendirian tanpa ada pasangan, akan membuat waktu ADers lebih banyak dihabiskan dengan duduk dan menonton televisi. Nah, kebiasaan duduk lama ini telah diteliti dan terbukti bisa berakibat buruk bagi kesehatan ADers.

Di dalam American Journal of Preventive Medicine, sebuah penelitian menemukan bahwa, Pria lajang cenderung duduk lama di depan televisi di akhir pekan. Sedangkan Wanita lajang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan duduk sambil melakukan kegiatan lain, seperti membaca atau makan di luar rumah.

Tidak hanya itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa pengangguran cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk dibandingkan orang yang bekerja. Menurut para peneliti, kebiasaan duduk lama ini diketahui berhubungan erat dengan penyakit tekanan darah tinggi, jantung, diabetes dan risiko kematian yang tinggi. Bahkan pada orang yang sering berolahraga sekalipun.

Selama ini mayoritas dari ADers menganggap duduk lama hanya menyebabkan gangguan otot seperti sakit punggung dan leher. Padahal penelitian telah membuktikan pentingnya mempelajari kebiasaan duduk ini sangat penting, karena berhubungan dengan masalah kesehatan.

Dilansir dari medicalxpress, peneliti senior di The University of Queensland, Nicola Burton, Ph.D mengatakan, “Duduk lama lebih dari 6-8 jam sehari atau menonton televisi lebih dari 4 jam sehari berbahaya bagi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.”

Para peneliti tersebut akan mengembangkan dan mengevaluasi strategi untuk mengurangi banyaknya waktu yang dihabiskan untuk duduk, kemudian melihat cara tersebut efektif untuk siapa dan dalam konteks apa. Strategi ini berbeda dengan strategi meningkatkan latihan. Waktu yang digunakan untuk duduk dapat diganti dengan kegiatan lain selain olahraga.

Para peneliti di Australia pun mengadakan survei yang melibatkan 7.719 orang berusia 40 - 65 tahun. Kesemua peserta diberi pertanyaan tentang rutinitas sehari-harinya, dan kemudian dari hasil survei ditemukan bahwa kebanyakan orang duduk lebih lama ketika akhir pekan dibandingkan pada hari kerja. Kebiasaan duduk ini berbeda-beda tergantung pada apa saja yang dilakukan orang ketika duduk.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menyela duduk sangat penting. Tujuannya adalah agar orang berpikir bagaimana caranya agar tidak banyak menghabiskan waktu dengan duduk saja dan melakukan aktivitas ringan selain olahraga, seperti membersihkan rumah selama jeda iklan televisi atau berjalan-jalan sebentar selama hari kerja.

Menurut Susan B. Sisson, asisten profesor diet dan olahraga di University of Oklahoma, “Temuan ini penting karena dapat digunakan untuk mencari cara terbaik dalam membujuk orang agar tidak membiasakan diri duduk terlalu lama. Karena penelitian menemukan bahwa orang lajang yang hidup sendirian lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk, kampanye media yang menganjurkan orang berjalan-jalan dengan pasangan mungkin tidak akan efektif bagi orang-orang jomblo.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group