Rise Of Amazing People Group


20 Juli 2013

Itu Selingkuh Namanya!


Dilansir dari millimeters, lafal selingkuh berasal dari Bahasa Jawa yang artinya perbuatan tidak jujur, sembunyi-sembunyi, atau menyembunyikan sesuatu yang bukan haknya. Dalam makna itu ada pula kandungan makna perbuatan serong. Meskipun demikian lafal selingkuh di Indonesia muncul secara nasional dalam bahasa Indonesia dengan makna khusus “hubungan gelap” atau tingkah serong orang yang sudah bersuami atau beristri dengan pasangan lain.

Dikutip dari vemale, di dalam sebuah jurnal berjudul Evolutionary Pscychology menuliskan hasil studi yang dilakukan para peneliti di University of Michigan tentang apa sebenarnya hal yang bisa dibilang sebuah perselingkuhan.

Studi tu dilakukan karena sepertinya selama ini semakin banyak orang yang menganggap bahwa kegiatan selingkuh hanya bisa dilakukan di atas ranjang, sementara bergandengan tangan, pergi nonton, berpelukan, mengirim pesan, chatting, tidak termasuk kategori selingkuh.

Padahal, banyak kegiatan-kegiatan dan sikap yang secara tak sadar dianggap sebagai hal normal untuk menyelamatkan diri dan melakukan pembelaan terhadap diri sendiri seolah-olah Dia tidak selingkuh.

Di dalam studinya, para peneliti memberikan tes psikologi kepada sekitar 456 orang, dan ditemukan bahwa banyak hal yang dilakukan seseorang dengan orang yang bukan pasangannya, dan hal itu termasuk perilaku selingkuh yang ‘dibenarkan’.

Seperti dilansir dari huffingtonpost, merindukannya dan berharap memiliki, mengirim foto, berpelukan lebih dari 10 detik, berbagi rahasia/curhat, pergi makan malam/nonton, duduk berdekatan dan bersentuhan, bergandengan tangan, tidur di satu ranjang yang sama, SMS/Chatting hal-hal mesra, berciuman di bibir dan diam-diam memiliki kenangan bersama yang dirahasiakan adalah beberapa hal yang termasuk dalam kategori selingkuh.

Tidak hanya itu, para peneliti di Michigan juga menemukan ciri-ciri fisik, yang dapat menentukan sejauh apa seseorang berselingkuh.

“Seseorang yang berselingkuh selingkuh akan menunjukkan sikap resah, tidak aman, sering gugup, tak bisa jauh dari ponsel, merasa bosan dengan pasangan, emosional, moody, merasa tidak menemukan hal yang menarik lagi pada pasangan, apapun yang dilakukan oleh pasangan terasa salah, jenuh, banyak masalah, tertekan,” ujar salah satu peneliti menjelaskan.

Seseorang akan sibuk mencari-cari alasan untuk membenarkan perilaku perselingkuhannya di saat Dia tenggelam di dalam hubungan gelap tersebut. Mirisnya, saat ini banyak orang yang melakukan hal tersebut, mencari-cari kesalahan pasangan agar mereka bebas berselingkuh. Suatu tindakan yang tidak menyenangkan bukan?

Sebaiknya setialah pada pasangan ADers masing-masing, jangan sampai terjerumus dalam sebuah perselingkuhan yang merusak hubungan atau pun pribadi ADers di mata orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group