Rise Of Amazing People Group


22 Januari 2012

Sistem Radio Penerima


1 Radio Frekuensi AM dan FM
Dilihat dari jenis modulasinya radio penerima dibedakan dalam dua macam yaitu radio AM jika modulasi yang digunakan modulasi amplitudo yang mempunyai sifat amplitudo sinyal termodulasi bervariasi mengikuti variasi amplitudo sinyal informasi. Radio penerima jenis yang kedua adalah radio FM jika modulasi yang digunakan modulasi frekuensi, yaitu sinyal termodulasi frekuensi bervariasi mengikuti variasi amplitudo sinyal infotmasi. Frekuensi pembawa radio modulasi amplitudo (AM) dalam cakupan 535 sampai 1605 kHz. Pembawa frekuensi dari 540 sampai 1600 kHz ditandai dengan interval 10 kHz. Radio FM mempunyai band dari 88 sampai 108 MHz antara televisi kanal 6 dan 7 VHF. Stasiun FM ditandai dengan frekuensi senter pada 200 kHz pemisahan dimulai pada 88,1 MHz untuk maksimum 100 stasiun. Stasiun FM ini mempunyai deviasi maksimum 75 kHz dari frekuensi senter upper 25 kHz dan lower “jalur pemandu’ untuk meminimkan interaksi dengan pengaturan band frekuensi.

2 Pengertian Radio AM
Informasi dipancarkan dari stasiun radio AM, secara listrik gambaran suara (yang diambil dari mikropon atau sumber program lain) digunakan untuk memodulasi amplitudo gelombang pembawa kemudian dipancarkan dari antena pemancar stasiun radio. Ini kontras dengan radio FM dimana sinyal digunakan untuk modulasi frekuensi pembawa. Spektrum frekuensi antara 535 kHz dan 1605 kHz dan gelombang pembawa dipisahkan dengan 10 kHz.
Penerima radio dapat di tune untuk menerima satu dari sejumlah frekuensi pembawa radio dalam area penerimaan. Ini membuat praktis dengan memindahkan sinyal dari pembawa pada frekuensi menengah dalam radio dengan proses yang dinama-kan heterodyne. Penerima hetero-dyne, kebanyakan secara elektronik mempertahankan pengaturan frekuensi mene-ngah sehingga hanya sebagi-an kecil dari rangkaian penerima
harus diatur bila stasiun berubah.
3 Prinsip Heterodyne
Heterodyne merupakan metode pemindahan sinyal siaran dari
pembawanya pada frekuensi menengah lokal yang telah ditetapkan dalam
penerima sehingga kebanyakan pada penerima tidak harus disetel kembali ketika
kanal berubah. Interferensi dua gelombang akan menghasilkan suatu layangan
frekuensi dan teknik ini menyediakan pengaturan radio untuk memaksa radio
menghasilkan layangan frekuensi tertentu yang dinamakan frekuensi menengah
atau disingkat IF.
Gelombang elektromanetik pembawa yang membawa sinyal dengan
pertolongan modulasi amplitudo atau modulasi frekuensi dapat memindahkan
sinyal pembawa dari frekuensi yang berbeda-beda dengan proses yang
dinamakan heterodyning. Perpindahan ini terpenuhi dengan mencampurkan
pembawa yang dimodulasi dengan gelombang sinus frekeunsi yang berbeda.
Proses ini menghasilkan layangan frekuensi sama dengan perbedaan antar
frekuensi.
Penyampuran antara layangan frekuensi yang berasal dari pembawa dan
osilator lokal menghasilkan frekuensi menengah (IF) yang besarnya tetap.
Kebanyakan radio penerima dapat dikonstruksi digunakan dengan sinyal radio
yang banyak. Osilator lokal diatur untuk menghasilkan layangan frekuensi yang
sama dengan frekuensi tetap IF. Dengan sistem heterodyning hanya dengan
satu radio penerima, dapat diatur untuk penerimaan stasiun pemancar radio
lokal yang manapun, tetapi jika tidak menggunakan heterodyning maka
diperlukan satu radio penerima untuk masing-masing stasiun pemancar.

 4 Sinyal Siaran
Radio komunikasi pada umumnya dalam bentuk transmisi radio AM atau
FM. Sinyal siaran tunggal, demikian merupakan sinyal audio monophonic, dapat
dikerjakan dengan modulasi amplitudo secara langsung atau modulasi frekuensi.
Transmisi lebih kompleks menyediakan jalur sisi yang muncul dari penjumlahan
dan perbedaan frekuensi yang dihasilkan superposisi dari beberapa sinyal
gelombang pembawa. Misal dalam transmisi FM stereo, jumlah kanal kiri dan
kanan (L+R) digunakan untuk modulasi frekuensi pembawa dan memisahkan sub
pembawa pada 38 kHz juga dilapiskan pada pembawa. Sub pembawa
dimodulasikan dengan perbedaan sinyal (L-R) sehingga sinyal yang
ditransimisikan kanan dan kiri menjadi terpisah untuk menghasilkan stereo pada
saat diplayback.
Dalam transmisi televisi, tiga sinyal harus dikirimkan pada pembawa yaitu
audio, intensitas gambar dan krominansi gambar. Proses ini menggunakan dua
sub pembawa. Transmisi lain seperti TV satelit dan transmisi telepon jarak jauh
menggunakan banyak sub pembawa untuk memancarkan beberapa sinyal secara
serentak.
5. Penerima AM Superheterodyne Sederhana
Masalah utama membuat alat superheterodyne bukanlah kompleksitas
rangkaian namun pengaturannya yang membutuhkan banyak pengalaman
praktis dan beberapa instrument khusus. Namun dari sensitivitas dan
selektivitasnya lebih baik dari pada penerima TRF, oleh karena itu dengan
RFA IFA Pre AFA membuat pengaturan lebih sederhana tanpa memerlukan alat selain telinga.
Rangkaian ini direalisasi dengan IC NE612, diskripsi pin ditunjukkan dalam
blok diagram dan fitur utama yang diberikan pada gambar 4-9a dan b.
IC merupakan bagian kritis suatu penerima superheterodin AM, mixer
dan osilator lokal, sinyal siaran diarahkan ke salah satu kaki 1 atau kaki 2.
Sinyal IF diperoleh pada kaki 4 atau 5. Rangkaian osilator yang menentukan
frekuensi osilator lokal dan merupakan rangkaian umpan balik positip
dihubungkan antara kaki 6 dan 7. Kaki 3 dihubungkan ke ground dapat berupa
polaritas negatip dari sumber tegangan DC. Kaki 8 menerima tegangan positip
sumber tegangan DC antara 4,5 sampai 8 volt. Harga tegangan ini tidak kritis,
namun penting untuk penerima bekerja pada tegangan normal yang stabil.
Diagram elektronik peenrima AM superheterodyne paling sederhana,
dengan reproduksi melalui speaker ditunjukkan dalam gambar 4.9.-c. Piranti
hanya mengambil rangkaian osilator dalam penguat IF (diatndai sebagai MTF),
frekuensi tidak perlu diatur pada harga tertentu (maksudnya penrima akan
bekerja dengan baik meskipun frekuensi lebih besar atau lebih kecil dari
455kHz). Lebih jauh lagi penyederhanaan dilakukan dengan menghilangkan
rangkaian masukan, menghindari masalah dengan pengaturan yang cukup
kompleks antara rangkaian masukan dan rangkaian osilator lokal.
Penyederhaan ini dilakukan dengan membawa konsekuensi piranti kurang
sensitip dan selektip dibandingkan dengan superheterodyne lengkap, juga
lebih mudah terkena gangguan. Meskipun demikian, sensitivitas dan
selektivitasnya masih lebih baik dari pada TRF.
Semua sinyal siaran diarahkan ke antena pada kaki nomor 1 yaitu mixer.
Disisi lain mixer juga penerima tegangan HF dari rangkaian osilator lokal, yang
mana frekuensinya sama dengan frekuensi resonansi dari rangkaian osilator
parallel Co, Cto dan Lo. Frekuensi ini, jika kapasitansi parasite diabaikan
adalah :
Semua sinyal keluaran mixer diperoleh, namun sekarang mempunyai
frekuensi pembawa baru yang sama dengan perbedaan dari frekuensi osilator
dan originalnya. Meskipun demikian, salah satu dari sinyal ini yang mempunyai
frekuensi sama dengan frekuensi resonansi dari MFT dan ini hanya akan
muncul diakhir rangkaian osilator.
6  Tape Recorder
Perekam tape paling sederhana tentu saja sangat sederhana, dan dari segalanya Walkman merupakan deck mutakhir bagi audiophile yang merupakan dasar kesederhanaan. Gagasan dasar meliputi sebuah elektromagnetik yang diaplikasikan sebuah fluksi magnetic pada oxide di atas tape. Oxide secara permanen mengingat perubahan fluksi. Head perekam tape sangat kecil, dikelilingi elektromagnetik dengan celah kecil di dalamnya, i ditunjukkan pada gambar.
Elektromagnetik ini sangat kecil, barangkali ukurannya sama dengan kacang
polong yang diratakan. Elektromagnetik terdiri dari sebuah inti besi yang dibelit
dengan kawat, seperti ditunjukkan pada gambar. Selama merekam, sinyal audio
dikirim melalui kumparan kawat untuk menciptakan medan magnit dalam inti.
Pada celah fluksi magnet membentuk suatu pola menjembatani celah (ditunjukkan warna merah), fluksi ini merupakan apa yang dimagnetkan oxide
pada tape. Selama playback, gerakan tape menarik medan magnet bervariasi
melintasi celah. Ini menciptakan suatu medan magnet yang bervariasi dalam inti
dan oleh karena itu terdapat sinyal dalam kumparan. Sinyal ini dikuatkan untuk
mengendalikan speaker.
Dalam cassette player pada umumnya, benar-benar terdapat dua
elektromagnetik kecil selebar sekitar separuh lebar hasil rekaman. Dua head
merekam dua kanal dari program stereo seperti gambar 4-26.
7 tape dan bias
Kebanyakan tape deck akhir mempunyai kontrol seperti di bawah untuk bias
dan formulasi yang berbeda.
Terdapat empat jenis tape yang sekarang
umum digunakan:

Jenis 0 : tape ferric-oxide asli. Sekarang jenis
ini sudah jarang ditemuai.

Jenis 1 : tape ferric-oxid standar, juga diacu
sebagai bias normal.

Jenis 2 : ini chrome atau tape CrO2. Partikel
ferric-oxide dicampur dengan chromium
dioxide.

Jenis 4 : ini tape metal. Partikel metal lebih
baik dari pada partkel metal-oxide yang
digunakan dalam tape.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

hallo Salam dari RAP Group